Aturan Revisi Desain Logo Profesional yang Harus Dipahami

Free Download Logo Format PNG > Artikel > Aturan Revisi Desain Logo Profesional yang Harus Dipahami

Dalam proses membuat desain logo profesional tentu tidak bisa sekali buat langsung berhasil sempurna. Apalagi harus sesuai dengan permintaan klien yang terkadang terjadi kesalahpahaman antara desainer dengan klien.

Misalnya informasi dari klien harus menggunakan warna selain merah namun malah dikasih merah. Berbagai contoh hal kecil lainnya yang terkadang perlu adanya revisi sedikit sampai sesuai keinginan klien.

Maka banyak desainer menyediakan kesempatan untuk melakukan penyempurnaan logo melalui revisi. Revisi memiliki peran penting namun harus ada aturan pasti dalam proses penyempurnaan ini.

Sebagai klien setidaknya kamu harus mengetahui peran penting revisi dalam memesan logo. Kemudian yang harus dilakukan untuk bisa menyampaikan keinginan perubahan tersebut kepada desainer.

Tujuan Revisi dalam Proses Pembuatan Logo

Banyak orang memesan desain logo profesional untuk branding produk atau bisnis mereka. Namun tidak tahu harus membuat logo seperti apa sehingga informasi yang diberikan ala kadarnya.

Hal ini membuat hasil yang diinginkan menjadi tidak sesuai dan harus dilakukan perubahan dalam desain tersebut. Perubahan dalam hal tersebut dikenal dengan nama revisi atau perubahan dalam logo bisnis kamu.

Perubahan tersebut bertujuan untuk melakukan penyempurnaan atau sentuhan akhir dalam pembuatan logo. Namun diharapkan tidak terlalu membebani desainer dengan permintaan yang terlalu rumit. Ada beberapa tujuan adanya kesempatan revisi bagi klien, diantaranya yaitu:

  1. Memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan perubahan atas desain yang sudah dikerjakan. Perubahan bisa dari warna, ukuran, jenis font, desain bentuk dan masih banyak lainnya.
  2. Meminimalkan risiko kecewa klien karena desain logo profesional tidak sesuai yang diharapkan.
  3. Meningkatkan kepercayaan klien karena merasa diutamakan dan dilayani dengan sangat baik.
  4. Sebagai media belajar untuk mengenal lebih mendalam tentang karakteristik perilaku secara gratis.
  5. Sebagai sarana untuk menunjukkan jika perusahaan desain tersebut mampu menghasilkan karya dengan kesan profesional.

Kerap kali desainer merasa takut akan revisi yang diberikan karena harus segera digunakan logonya. Padahal dengan revisi membuat pengerjaan desain menjadi lebih santai karena bisa dilakukan perubahan.

Selain tujuan para konsumen melakukan perubahan ternyata juga menguntungkan bagi desainer. Karena memiliki kesempatan untuk melatih skill, kesabaran dan ketekunan atas permintaan klien.

Kebijakan Revisi Desain Logo Profesional Harus Dipahami Klien

Sebuah logo ketika sudah selesai dibuat tidak diserahkan begitu saja namun harus melewati proses penyempurnaan. Proses ini biasanya diberikan kepada desainer dalam 2 atau 3x kesempatan perubahan.

Dalam proses penyempurnaan desain logo profesional dilakukan jika sudah mendapatkan instruksi dari klien. Namun bukan berarti klien bisa seenaknya melakukan perubahan sehingga harus ada aturannya agar kedua belah pihak tidak dirugikan. Contoh aturan dalam proses penyempurnaan antara lain:

  1. Desainer memberikan aturan revisi hanya bisa dilakukan sebanyak 3x yaitu pada tahap awal pemilihan logo, dilakukan perubahan dan cek tahap akhir.
  2. Revisi bisa dilakukan setelah desainer menyerahkan 3 pilihan desain logo kepada klien. Klien bisa memilih salah satu dari 3 pilihan tersebut kemudian lanjut ke proses berikutnya.
  3. Perubahan hanya untuk sebagian kecil dari logo tersebut dan tidak boleh diubah total. Apalagi sampai harus membuat desain baru karena klien tidak cocok dengan hasilnya.
  4. Pengajuan revisi bisa dilakukan secara online (dengan berkomunikasi via WA) atau datang secara langsung.
  5. Jika memang tidak ada yang ingin diubah maka proses ini bisa diabaikan karena logo sudah sesuai.

Kesempatan melakukan perubahan dalam desain yang dibuat sangat menguntungkan bagi klien. Sementara bagi desainer tentu sangat merepotkan karena harus melakukan pekerjaan tambahan makanya harus sabar dan telaten.

Tidak mudah memang membuat desain logo profesional sekali proses langsung jadi. Adanya penyempurnaan adalah hal wajar dan biasa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Manfaat Kesempatan Revisi yang Diberikan Desainer

Memberikan kesempatan revisi kepada klien ternyata juga memberikan keuntungan bagi desainer itu sendiri. Tidak heran jika banyak desainer memasukkan peluang revisi ke daftar layanan mereka. Setidaknya manfaat tersebut dibagi menjadi 2 yaitu untuk penyedia jasa dan satunya sebagai desainer.

  1. Manfaat bagi desainer

Bagi desainer desain logo profesional hal ini memberikan manfaat sangat menguntungkan. Karena klien akan merasa puas dengan hasil yang sudah dikerjakan dan bisa mendapatkan review positif.

Membantu melatih kesabaran, ketekunan dan skill sekaligus untuk memenuhi berbagai permintaan klien. Bahkan terkadang permintaan tersebut sangat rumit namun tetap harus dikerjakan dengan senang hati.

Memperbanyak pengalaman dalam membuat logo sehingga kreativitas juga semakin meningkat. Semakin tinggi jam kerja yang dimiliki desainer membuat hasil karya mereka semakin baik dan berkualitas.

  1. Manfaat bagi klien

Setelah berbagai manfaat bagi pihak yang membuat, masih ada manfaat untuk klien itu sendiri. Ada banyak manfaat yang dirasakan seperti bisa mendapatkan desain logo profesional dan lebih berkelas.

Kesempatan menyempurnakan membuat klien tidak ragu untuk memesan desain tersebut. Jika tidak ada kesempatan satu ini, dijamin klien tidak akan suka dan tidak order logonya.

Tidak merasa khawatir kalau logo yang dibuat berbeda dan tidak sesuai keinginan. Apalagi sudah membayar harga mahal namun tidak mendapatkan yang diinginkan tentu perlu ada penjelasannya.

Klien bisa mendapatkan desain yang benar-benar unik dibandingkan harus membuat logo sendiri. Karena hasil kerja desainer tersebut difokuskan untuk membuat desain kamu.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengajuan Revisi

Jika kamu ingin mengajukan revisi desain logo profesional maka harus memperhatikan berbagai hal penting. Tujuannya agar antara desainer dengan klien tetap bisa berkomunikasi dengan baik.

Pertama pahami dulu tentang keinginan kamu sendiri, mau logo seperti apa dan desainnya bagaimana. Jika semua diserahkan kepada desainer tentu harus terima apapun hasil akhirnya.

Maka perjanjian di awal menjadi acuan dalam proses revisi dan hal ini perlu diingat oleh klien. Jika memang hasil yang dibuat sudah sesuai perjanjian maka desainer berhak untuk tidak melakukan perubahan.

Kedua jika kamu sendiri tidak tahu bagaimana logo yang diinginkan kemudian menyuruh orang lain untuk membuatnya. Maka jangan seenaknya mengajukan revisi namun tidak tahu apa yang harus diubah.

Ketiga kesempatan revisi hanya diberikan dua sampai tiga kali saja sehingga harus benar-benar dipertimbangkan. Jangan sampai peluang revisi tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik sampai kesempatannya habis.

Jangan protes jika kesempatan itu habis namun kamu tidak puas dengan desain logonya. Karena perjanjian yang sudah ada namun tidak kamu manfaatkan dengan sebaik mungkin.

Perhatikan juga tentang lamanya proses revisi yang dibutuhkan desainer dalam hitungan jam atau hari. Klien biasanya bisa mengajukan cepat ataupun lambat karena berbagai alasan.

Seperti contoh klien tersebut memiliki perusahaan yang akan segera dibuka akhir minggu ini. Namun logo belum juga selesai jadi harus diperhatikan detail soal waktu pengerjaan revisi tersebut.

Dalam membuat sebuah revisi dibutuhkan kerjasama antara desainer dengan klien. Hal ini bertujuan agar proses desain logo profesional tidak berantakan dan hasil akhirnya sesuai keinginan.