Cara Membuat Logo Personal Branding yang Baik

Free Download Logo Format PNG > Artikel > Cara Membuat Logo Personal Branding yang Baik

Untuk memperoleh identitas dan ciri khas, setiap individu maupun bisnis tertentu perlu membuat logo personal branding sesuai dengan citranya. Dengan desain tepat, sebuah logo dapat menjadi pilihan alat paling efektif membangun impresi kepada target audiens.

Pada dasarnya, logo adalah sebuah gambar atau sketsa dengan makna atau arti tertentu untuk mewakili suatu pihak atau produk. Karena itu, hal ini dapat dijadikan sebagai cara membangun personal branding sekaligus menarik perhatian orang yang melihatnya.

Sebagai sebuah elemen visual, penting bagi setiap bisnis maupun perorangan untuk mendesain logonya sebaik mungkin agar pesannya dapat disampaikan secara efektif. Sehingga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat logo personal branding.

Semakin menarik desain logonya, maka semakin berkesan juga impresi kepada audiens sebagai pihak atau orang yang melihatnya. Semakin baik impresi alias kesannya, maka otomatis akan semakin baik juga perolehan personal brandingnya.

7 Cara Membuat Logo Personal Branding yang Baik

Ibarat sampul pada sebuah buku, identitas visual bagi individu maupun bisnis memang sangat penting. Oleh karena itu, ada banyak aspek penting untuk diperhatikan ketika membuat desain logo dengan keperluan personal branding, di antaranya sebagai berikut.

  1. Sesuaikan dengan profil atau kepribadian

Sebagai identitas visual, tentu saja logo harus menjadi cerminan yang menggambarkan profil maupun kepribadian pemiliknya. Oleh karena itu, cara membuat logo personal branding yang baik adalah menyesuaikan logonya dengan identitas yang ingin ditampilkan.

Untuk mempermudah, cobalah tentukan reputasi atau kesan seperti apa yang ingin kamu proyeksikan pada target audiens. Misalnya, produk atau layanan apa yang ditawarkan? Contoh, jika makanan, maka kamu bisa menggunakan elemen gambar produk kulinernya.

Hal terpenting, logonya harus bisa mencerminkan dan mewakilkan siapa kamu atau apa bisnis kamu. Contoh lain untuk personal branding pribadi, kamu bisa menggunakan desain letter mark, wordmark, lambang, atau mungkin simbol untuk menggambarkan kepribadianmu.

Ada banyak cara untuk membuat logonya lebih sesuai dengan profil dan kepribadian brand. Selain mengacu pada jenis bisnis atau produk, kamu bisa memanfaatkan nama perusahaan maupun target konsumen, sehingga penting juga untuk kamu mengenali audiensnya.

  1. Riset dan kenali audiens

Dalam membuat logo personal branding, sangat penting bagi kamu untuk memperhatikan target audiens sesuai segmen. Misalnya, jika target pelanggan suatu bisnis adalah anak-anak, maka sebaiknya buatlah desain bertema ceria, penuh warna, dan sesuai untuk anak-anak.

Tidak hanya riset pada pelanggan selaku target audiensnya saja, bahkan kalau perlu cobalah lakukan riset untuk mengenali pesaing. Sebab umumnya, ada banyak sekali pihak lain yang tentu ikut menawarkan produk maupun jasa sama atau serupa seperti kamu.

Cobalah amati pesaing di sekitar, lalu bandingkan seperti apa logonya. Jadikan perbandingan tersebut sebagai bahan mendesain logo baru yang tidak kalah bagus dan tentu saja memiliki ciri khusus sebagai pembeda antara brand kamu dan brand pesaing.

  1. Buat desain seunik mungkin

Desain yang unik pada dasarnya tergantung pada persepsi setiap orang. Dengan perspektif berbeda, keunikan suatu desain tentu bisa dianggap berbeda juga. Namun kunci utama dalam membuat logo personal branding yang unik adalah hindari elemen desain klise.

Galilah ide dan kreativitasmu sedalam mungkin, hindari menggunakan elemen konvensional sesuai stereotip umum. Sebagai contoh jika kamu adalah seorang apoteker sekaligus pemilik apotik, sebaiknya hindari elemen seperti gambar mangkuk dan ular atau tanda palang merah.

Sebaliknya, buatlah sesuatu yang tidak biasa alias out of the box. Misalnya, kamu bisa membuat desain baru, terinspirasi dari gambar plester, termometer, kapsul obat, bahkan sesimpel letter mark atau wordmark sesuai dengan nama pribadi atau nama apoteknya.

Namun, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan elemen konvensional sesuai tema pada umumnya. Untuk mengubahnya menjadi unik dan anti mainstream, kamu bisa mengubah warna, gaya tulisan, atau bahkan model gambarnya agar nampak berbeda.

  1. Buat desain minimalis dan sederhana namun tetap berkesan

Membuat logo personal branding seunik mungkin tidak berarti kamu harus membuat desain ramai nan heboh. Sebab seringkali, visual yang terlalu ramai atau heboh justru tidak enak dipandang dan dapat memberi kesan kurang baik bagi target audiens.

Apalagi akhir-akhir ini, tren desain bertema minimalis alias sederhana sedang populer di antara banyak brand. Bahkan, banyak brand populer kini memilih mengganti logonya menjadi lebih simple sebagai sebuah bentuk rebranding.

Sebagai contoh, lihat saja logo Ancol, dulunya berwarna-warni dengan font bervariasi, kini diubah menjadi minimalis dengan satu warna saja dan font lebih sederhana. Jadi, selama dapat memberi impact berkesan sesuai target, desain sederhana bukanlah masalah.

  1. Manfaatkan penggunaan warna secara tepat

Agar dapat membuat logo personal branding lebih impactful, kamu perlu memahami konsep psikologi warna dalam desain agar bisa memanfaatkannya secara tepat. Pada dasarnya, psikologi warna digunakan untuk mengetahui pengaruh warna terhadap respon audiens.

Agar dapat membangun branding sesuai keinginan, pilihlah warna sesuai dengan kesan atau makna yang ingin ditampilkan. Sebab, setiap warna maupun variasinya mampu merangsang emosi para audiens, serta memiliki asosiasi makna berbeda-beda.

Sebagai contoh, merah umum dianggap sebagai simbol cinta, gairah, atau agresi, sedangkan biru banyak dianggap sebagai simbol kecerdasan dan sosialisasi. Jadi, selalu cari tahu makna suatu warna terlebih dahulu, lalu hubungkan dengan profil atau kepribadian brand kamu.

  1. Gunakan tipografi khusus

Selain warna, tipografi juga merupakan unsur lain yang tidak kalah penting saat membuat logo personal branding. Sebagaimana penggunaan warna, tipografi juga bisa memberi kesan atau citra berbeda-beda kepada audiens sesuai dengan model penulisan hingga tata letaknya.

Sebaiknya, gunakanlah tipografi khusus yang dibuat secara spesifik hanya untuk brand kamu. Selain unik, berbeda, dan memberi kesan eksklusif, tipografi khusus juga bisa memberikan kepribadian bagi sebuah logo agar impresinya menjadi lebih kuat.

Sebagai contoh, logo band rock biasanya menggunakan font atau huruf bergaya tebal, besar, dan berkesan maskulin. Atau contoh lainnya, perusahaan bersifat formal banyak memakai font kontemporer yang rapi, sederhana, namun elegan dan mudah dibaca.

  1. Buat desain yang timeless alias bertahan lama

Salah satu kesalahan utama dalam membuat logo personal branding yaitu desainnya tidak fleksibel, sehingga tidak bisa bertahan lama. Jadi, sebaiknya hindari membuat logo dengan karakteristik sesuai tren yang bisa berubah-ubah.

Sebaliknya, buatlah desain yang timeless alias akan selalu relevan dan cenderung kekal atau bertahan lama tanpa terpengaruh oleh tren pada suatu masa. Salah satu contohnya, lihat saja logo Coca Cola yang dari dulu hingga kini hampir tidak pernah berubah secara signifikan.

Meskipun simple, hanya berupa tulisan nama brandnya saja, namun logo tersebut selalu sesuai untuk berbagai rentang waktu, baik di masa itu hingga masa modern. Jadi, penting untuk membuat desain logonya selalu relevan dengan perubahan zaman.

Ketujuh cara di atas dapat kamu terapkan untuk membangun citra brand maupun individual secara efektif melalui logo. Tidak hanya untuk membuat logo personal branding saja, namun tips di atas juga bisa digunakan saat membuat desain visual lainnya.