Inilah Tips Desain Logo untuk Marketing Brand Kamu

Free Download Logo Format PNG > Artikel > Inilah Tips Desain Logo untuk Marketing Brand Kamu

Ada beberapa tips desain logo agar marketing dari brand kamu lebih optimal. Memang logo adalah salah satu aspek penting yang sering menarik perhatian para calon pengguna sebuah produk.

Bahkan cukup banyak juga konsumen menggunakan desain produk sebagai acuan bagus atau tidak digunakan. Hal seperti ini masih sering terjadi sehingga penting bagi kita memperhatikan kualitasnya.

Pada kesempatan kali ini akan kami bedah seperti apa sebenarnya metode paling tepat digunakan. Sehingga ketika nantinya produk sudah diluncurkan ke pasaran maka calon konsumen akan tertarik membeli.

Salah satu alasan desain itu penting yaitu mencerminkan seperti apa kredibilitas dan kapabilitas produsen. Jika kemasannya biasa saja tentu banyak orang akan merasa ragu untuk memakai.

Sekarang pandangan konsumtif dari manusia sudah berubah tidak bisa kita bermain konvensional. Perlu adanya pendekatan lain yang memang bertujuan spesifik menarik niche khusus.

5 Tips Desain Logo Paling Manjur untuk Marketing

Kita tidak akan membahas terlalu luas, langsung saja pada pokok pikiran utama bagaimana cara mendesainnya. Apa saja faktor penting untuk diperhatikan sehingga nantinya produk memikat mata konsumen.

1. Berkarakter

Secara terbuka kami tekankan bahwa menemukan sebuah desain berkarakter cukup sulit dilakukan. Kita harus melakukan brainstorming untuk menemukan seperti apa hasil akhirnya nanti.

Tips desain logo ini adalah aspek paling penting yang harus kita pikirkan di awal. Jadi tampilan luar harus mampu mencerminkan seperti apa branding dari sebuah produk terkait.

Jangan sampai antara tampilan luar dan branding disematkan pada barang tidak sesuai. Karena nantinya akan mempengaruhi penilaian calon konsumen ketika hendak membeli.

Ini bukan hal sepele karena sudah cukup banyak contoh kemasan tanpa karakter dari sebuah produk. Misalnya saja jajanan keripik yang harganya hanya lima ratus rupiah saja.

Tentu kami bisa lihat bahwa dari tampilan luar saja sudah tidak menarik dan berkarakter. Disini kita ketahui bahwa menemukan karakter brand adalah tips desain logo paling penting.

Coba simulasikan pada diri sendiri, misalnya kamu menemukan jajanan dengan desain murahan seperti tadi apakah mau membeli. Tentu saja ragu adalah hal paling awal terlintas.

Apakah barang tersebut sudah layak dikonsumsi atau digunakan, kemudian bagaimana legalitasnya. Jika tampilannya lebih baik tentu konsumen tidak mempertimbangkan dua faktor tadi.

2. Unik

Setelah bisa menemukan karakter dari sebuah produk, pastikan juga bahwa itu memiliki sebuah keunikan tersendiri. Sehingga nantinya konsumen dapat membedakan produk kamu dengan kompetitor.

Ini adalah salah satu tips desain logo yang cukup penting karena terkait pada identifikasi barang. Misalnya ketika tampilan luar mirip brand lain tentu pengguna akan bertanya-tanya.

Apakah barang tersebut sifatnya KW atau memang tidak memiliki kemampuan dalam mendesain produknya. Jika konsumen sudah memiliki pandangan bahwa barang tersebut KW maka akan berbahaya.

Cukup sulit mengembalikan kepercayaan konsumen apabila mereka sudah memiliki mindset seperti itu. Jadi pastikan keunikannya jangan sampai ada yang sama dengan kompetitor.

Jangan ragu untuk melakukan rebranding dengan karakter baru jika memang sulit melakukan tweaking. Itu akan jauh lebih mudah dibandingkan kita harus melawan kompetitor terutama jika mereka sudah dikenal konsumen.

Keunikan juga menjadi tips desain logo yang penting karena bisa mendukung karakter. Jadi antara poin pertama dan kedua ini saling relevan dan menguatkan dalam aspek branding produk.

3. Relevan

Relevansi disini maknanya cukup luas, tidak hanya terkait dengan bagaimana bentuk barangnya. Namun bisa juga relevan dengan identitas dari pihak produsen sendiri sebagai pusatnya.

Sehingga ketika konsumen menggunakan barangnya akan langsung terlintas produsen. Oleh karena itu tips desain logo ini tidak boleh dianggap sebelah mata dalam strategi marketing.

Ada banyak contoh produk yang desainnya tidak relevan dengan item dalam kemasan. Misalnya kerupuk bedug sak tabuhe dari Banyuwangi yang sekarang sudah berhenti produksi.

Mengapa menggunakan logo bedug karena produsennya adalah pondok pesantren. Sehingga konsumen sendiri mudah mengenali barang yang hendak mereka konsumsi sehari-hari.

Jika mindset pada para pengguna sudah terikat seperti itu maka mereka cenderung mau membeli lagi. Relevansi ini juga tips desain logo yang mampu menonjolkan identitas.

Ketika pengguna mengidentifikasi sebuah barang mereka akan secara bawah sadar teringat pada aspek tertentu. Meskipun desainnya out of the box pastikan tetap memiliki relevansi.

Setidaknya harus ada relevansi antara branding dengan visi produsen dalam jangka panjang. Memang cukup luas sehingga poin ketiga ini juga butuh brainstorming cukup panjang agar bisa menemukan opsi tepat.

4. Simpel

Tips desain logo paling penting berikutnya kita lihat dari aspek simplisitas. Jadi adanya kemasan harus membuat konsumen ketika melihatnya langsung mendapatkan beberapa kesan.

Mudah dibaca, diingat, dan dibedakan adalah tujuan paling penting yang berkaitan dengan simplisitas. Terkadang logo yang terlalu fancy justru membuat konsumen menjadi malas membeli.

Sebagai sebuah contoh ketika target pasarnya adalah ekonomi menengah ke bawah. Kita lihat saja brand minuman lemon misalnya sekarang ada banyak sekali jenis beredar di Indonesia.

Namun bagi kalangan menengah kebawah salah satu brand yang identik dengan minuman lemon adalah lemonto. Mengapa bisa begitu karena ini simpel, mudah, diingat, dan relevan terhadap produk.

Meskipun pada tips desain logo keempat ini terkadang kita cukup sulit membuat branding mudah dibedakan dengan kompetitor. Misalnya minuman dengan kemasan transparan.

Ingat manusia ketika belum memiliki pilihan produk utama untuk dibeli, mereka cenderung melakukan scanning. Mata manusia dalam kondisi normal hanya memperlihatkan apa hal mencolok untuk diperhatikan.

Dalam kasus minuman lemon ini adalah warnanya yang memang kuning pudar (pada kemasan transparan). Agar mudah mengingat gunakan saja desain sederhana sehingga mereka secara bawah sadar mengambil produk tersebut.

Ini hubungannya cukup erat dengan subliminal message yang sering digunakan dalam branding. Secara alami manusia tidak terlalu menyukai hal kompleks ketika mereka tidak mengetahui secara pasti.

5. Mampu mengkomunikasikan produk

Jika empat poin sebelumnya sudah terpenuhi maka tips desain logo kelima ini cukup mudah dilakukan. Nantinya kemasan harus mampu mengkomunikasikan seperti apa kira-kira produknya.

Ingat jangan terlalu detail karena manusia menyukai simplisitas ketika mereka ingin mencoba hal baru. Artinya jika barang produksi kami ini masih baru, gunakan saja tema paling sederhana.

Tidak perlu terlalu fancy dalam membuat logonya karena justru akan mengurangi minat beli konsumen. Sebagai catatan fancy tidaknya logo juga tergantung pada niche market yang kamu tentukan.

Tulisan yang ada pada kemasan juga harus jelas sehingga calon pembeli jadi mudah mengamati. Sekali lagi memang faktor paling penting dalam pembuatan branding barang adalah simplisitas.

Memang beberapa tips desain logo cukup sepele namun eksekusinya ini sangat sulit. Dengan lima poin acuan saja kita bisa memakan waktu lama untuk menentukan seperti apa nanti jadinya.

Apabila kamu menganggapnya sebelah mata maka jangan protes jika nanti konsumen tidak ingat ketika akan membeli lagi. Ingat, konsumen menilai tidak hanya berdasarkan rasa saja.

Namun bagaimana sebuah produk tersebut mampu menghipnotis mereka untuk menggunakan lagi. Jadi selain aspek visual seperti logo harus diiringi juga dengan berbagai macam gimmick.

Apabila kamu sudah mengerti setidaknya lima aspek tadi tentu dapat dijadikan sebagai pertimbangan. Pastikan dalam pembuatan logo jangan tergesa-gesa agar bisa matang saat dieksekusi.

Pembuatan logo tanpa dasar konsep matang hanya akan menghabiskan budget saja. Sebaliknya jika menerapkan tips desain logo tadi tentu hasilnya akan jauh lebih optimal meningkatkan potensi penjualan.