Warna Branding Sebuah Perusahaan Dalam Sistem Identitas

Free Download Logo Format PNG > Artikel > Warna Branding Sebuah Perusahaan Dalam Sistem Identitas

Bagi orang awam warna branding sebuah perusahaan tentu menjadi hal yang paling sering dianggap sebelah mata. Kita lihat saja bagaimana UKM pinggir jalan menentukan logonya pasti sesuai selera pemilik.

Sah-sah saja sebenarnya memiliki mindset seperti itu, namun apakah logonya bisa menjual. Tentu saja tidak bahkan kebanyakan simbol yang dibuat secara otodidak untuk merepresentasikan usahanya sangat jelek.

Komposisi baik warna, struktur, zona, sampai ukuran jelas hancur dan tidak memiliki taste. Menurut Rustam sebuah logo tidak hanya berkaitan dengan bentuk dan warna saja namun harus mampu mengkomunikasikan secara visual.

Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membuka mata bagaimana aspek penting dalam branding perusahaan. Jadi nantinya ketika menentukan warna, simbol, dan nada tidak hanya sesuai selera pribadi saja.

Mengapa Warna Branding Sebuah Perusahaan Penting?

Sebagai pengantar coba lihat bagaimana logonya pepsi, sederhana cuma beberapa kombinasi warna saja. Kemudian bagaimana mcdonald menggunakan warna merah dan kuning sebagai pilihannya.

Warna branding menjadi penting karena mengandung berbagai faktor penting dalam kegiatan marketing. Bagaimana masyarakat nantinya mencoba sebuah produk tentu digoda oleh indra visual terlebih dulu.

Jika entitas tidak memancing mata jelas manusia tidak akan pernah ada kemauan untuk mencobanya. Bagaimana untuk menggoda indera visual tentu saja menggunakan kombinasi warna.

Jadi warna branding sebuah perusahaan adalah hal krusial agar orang mau setidaknya mencoba dulu menggunakan. Dalam entry point marketing tidak butuh kita memperoleh konsumen loyal.

Sebuah entitas hanya memerlukan orang untuk mencoba produknya dulu agar mengetahui bagaimana kecocokannya terhadap selera. Jika memang cocok tentu saja bagus karena mereka akan beli lagi.

Jika tidak cocok bukan sebuah masalah karena setidaknya mereka sudah pernah spending satu kali dalam hidupnya. Pendekatan seperti ini mungkin cukup absurd bagi orang awam namun nyatanya memang begitu.

Ketika berbicara marketing memang ada banyak faktor mempengaruhi bahkan tidak jarang saling bertolak belakang. Jadi warna branding sebuah perusahaan bukan alasan tunggal sebuah entitas bisa berkembang.

Namun jika kita menganggapnya sepele tentu saja gairah masyarakat untuk menggunakannya juga menjadi rendah. Oleh karena itu tetap kita harus menganggapnya penting karena menjadi input penarik pertama.

Hubungan Warna Branding Sebuah Perusahaan dengan Sistem Identitas

Pada segmen ini akan kami jelaskan bagaimana hubungan warna dari sebuah entitas dengan sistem identitasnya. Kita bagi saja menjadi dua aspek paling umum yaitu pengaruh langsung dan tidak langsung seperti berikut ini.

  1. Pengaruh langsung

Pengaruh langsung ini jelas datangnya dari indra visual yaitu mata ketika manusia melihat sesuatu. Warna mencolok paling mudah mempengaruhi kita karena akan menarik perhatian.

Oleh karena itu berbagai perusahaan makanan pasti paling banyak menggunakan pallete mencolok. Contohnya mcdonald dimana warna merah dan kuningnya sudah menjadi ciri khas.

Dari jauh orang sudah mengenali mereka karena faktor warna branding sebuah perusahaan. Jadi secara langsung manusia bisa terpengaruh apabila kita melihat bagaimana bentuk visualnya.

Bagaimana respon langsung manusia ketika melihat hal seperti itu setidaknya timbul daya tarik. Tidak harus langsung membeli, setidaknya timbul rasa penasaran saja sudah cukup sebagai awal.

Pengaruh langsung tersebut memang sebagai entry level pada sektor lebih dalam yaitu psikologi. Sehingga di stage awal ini pihak pembuat hanya ingin mencoba menunjukkan keberadaannya saja.

  1. Pengaruh tidak langsung

Pengaruh tidak langsung datang dari rasa penasaran dan faktor psikologi dari pihak yang melihatnya. Warna branding sebuah perusahaan jelas berperan penting dalam memicu hal seperti ini.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang paling mudah dimanipulasi dengan berbagai macam pendekatan. Sehingga jangan kaget jika kita memang mudah terpancing oleh sebuah corak, warna, dan logo.

Dari rasa penasaran tersebut entitas menginginkan masyarakat untuk mencoba menggunakan. Sekali saja sudah cukup untuk memutuskan apakah mereka jadi pangsa pasar atau tidak.

Ini hanya satu titik kecil saja dari fenomena gunung es dunia marketing yang semakin ekstrim. Masih banyak lagi hal lain yang berpengaruh dalam branding dan marketing pada sebuah entitas.

Kedua hal tersebut tentu saja dapat menjadi salah satu pengantar untuk mulai membuka mata. Membuat desain tidak hanya sesuai selera saja namun harus mampu mempengaruhi orang yang melihatnya.

5 Hal yang Harus Ada dalam Sistem Identitas

Ketika kita berbicara warna branding sebuah perusahaan tentu tidak akan pernah lepas dari adanya sistem identitas. Selain warna ada lima aspek penting lainnya yang harus ada dalam logo perusahaan.

  1. Makna

Meskipun tidak disampaikan secara langsung makna logonya tetap harus ada. Jadi jangan asal ketika hendak membuat desain karena itu nanti akan menjadi wajah entitas jangka panjang.

Representasi makna sendiri kami tidak berani menyimpulkan terlalu dalam. Namun menurut rustam setiap garis, titik, kemiringan, lengkungan, dan kontur memiliki arti berbeda.

  1. Main and secondary logo

Di era modern seperti sekarang wajib hukumnya menyediakan logo utama dan sekunder. Jadi sebuah entitas tidak hanya memiliki satu simbol saja sebagai representasi atau wajahnya kepada publik.

Untuk masalah warna branding sebuah perusahaan sendiri keduanya tentu harus tetap sejalan. Kita ambil saja contoh paling mudah yaitu microsoft ada berapa jenis logonya yang beredar di pasaran.

Kemudian salah satu perusahaan besar komputer yaitu IBM juga memiliki lebih dari satu simbol. Ini memang penting karena dimana nanti diletakkan tentu mempengaruhi makna logo digunakan.

  1. Konstruksi

Ini adalah aspek dengan faktor paling banyak meliputi ukuran, warna, dimensi, lengkungan, garis, dan sebagainya. Segala hal yang memuat dalam konstruksi lambang harus ada.

Kaitannya dalam warna branding sebuah perusahaan jelas sangat erat karena disini dominannya harus ditampilkan. Oleh karena itu dalam pembuatannya memang tidak boleh sembarangan.

  1. Ukuran

Ada aspek spesifik pada ukuran yaitu minimal dimensinya agar tetap dapat dibaca oleh orang. Karena ketika tidak ada batasan minimal bisa saja nanti gambarnya kita konversi menjadi satu piksel saja.

  1. Zonasi

Zonasi ini berhubungan dengan pengaturan area di sekitar tulisan, gambar, atau kontur logonya. Berapa lebar sela antara setiap objek harus ditentukan secara lebih spesifik.

Kelima hal tersebut tentu saja krusial dalam pembuatan logo jadi jangan sampai dilewatkan. Berikutnya akan kami jelaskan bagaimana pedoman sistem identitas agar dapat dijadikan sebagai acuan pembuatan.

Penjelasan Warna dalam Pedoman Sistem Identitas

Dalam pedoman sistem identitas dikenal empat aspek warna tertentu yang harus dicantumkan. Pada segmen ini akan kami jelaskan semuanya secara detail agar dapat dijadikan referensi sebelum mendesain.

  1. Corporate color

Warna branding sebuah perusahaan tentu saja menjadi wajah utama yang harus merepresentasikan entitas. Kita bisa lihat bagaimana brand ternama bisa memanfaatkannya secara optimal.

  1. Main color version

Ini digunakan pada bagian lambang utama sebuah entitas dan harus menjadi representasi mayoritas. Misalnya ketika kita berbicara coca cola maka main color version adalah merah.

Mengapa bisa begitu padahal logonya berwarna putih, itu karena perbedaan dominasi. Jadi kita disini berbicara mana paling dominan yang dapat direpresentasikan oleh konsumen umum.

  1. Secondary color version

Ini adalah pallet sekunder yang merepresentasikan sebuah entitas di mata masyarakat. Kita pakai lagi coca cola sebagai contoh maka secondary color version adalah putih.

Itu terjadi karena mereka menggunakannya pada logo dan merupakan pallet dominan kedua. Tentu sampai disini menjadi semakin mudah dipahami apabila mengerti man dominasi perspektifnya.

  1. Kode warna

Ini kaitannya nanti dengan pengkodean heksadesimal pada perangkat lunak baik itu RGB atau CMYK. ini juga berguna ketika nantinya ingin membuat lagi maka pallet tidak akan berubah.

Dengan menggunakan semua informasi tadi tentu kamu akan melihat bagaimana rumitnya pembuatan simbol. Jadi warna branding sebuah perusahaan memang bukan hal sepele yang bisa dibuat oleh amatiran.